Siapa Sih Galileo????

16 Jul

Galileo si pantang menyerah

Engkau tentu telah sering mendengar nama Galileo Galilei, bukan? Disebutkan bahwa ia memilih menerima hukuman mati untuk membela kebenaran ilmiah temuannya, benarkah?

Galileo Galilei dilahirkan di Pisa, Italia, 15 Pebruari 1564. Pada usia 17 tahun ia menjadi mahasiswa kedokteran Universitas Pisa, tetapi tidak tamat. Kemudian ia belajar matematika secara pribadi dari Pangeran Ostillo Ricci di Florence. Pada usia 25 tahun diangkat menjadi profesor matematika di Universitas Pisa.

Ia mengamati ayunan bandul lonceng gereja katedral yang besar di Pisa itu. Ia menyimpulkan bahwa ayunan lonceng itu tidak dipengaruhi oleh bobotnya. Ia juga menemukan bahwa kecepatan benda-benda yang jatuh bebas dari suatu menara tidak juga dipengaruhi oleh beratnya. Artinya, benda yang lebih berat tidak bergerak lebih cepat dari pada benda-benda yang lebih ringan. Jarak yang ditempuh oleh benda jatuh bebas sebanding dengan kuadrat dari waktu yang telah dijalani. Kini, kita mengenal s = ½ gt2.  Temuan ini menghasilkan debat bekepanjangan di universitasnya.

Ia, kemudian, pindah ke Universitas Padua, karena suasanya lebih bersahabat terhadap kehidupan ilmiah. Ia berkerja di sini selama 18 tahun. Termometer sederhana ditemukannya pada usia 29 tahun, dan jangka untuk Geometri diciptakan pada usia 33 tahun. Teropong bintang Galileo dibuat olehnya pada usia 45 tahun setelah mendengar koleganya di Belanda, Johann Lippershiem,  membuat teleskop. Juga mikroskop modern yang kita gunakan saat ini.

Dengan teleskop buatan sendiri itu ia mengamati noda  pada Matahari, gunung-gunung di Bulan, fase peredaran Venus, cincin Saturnus, dan empat satelit Palnet Yupiter.

Jelajah di jagad raya dengan teleskopnya yang dianalisis dengan matematika akhirnya membawanya ke posisi mendukung Teori Kopernikus. Utusan Bintang-bintang dan Sejarah dan konsep-konsep Noda Matahari beserta fenomenanya merupakan dua buku yang secara jelas mendukung Kopernikus yang menyatakan bahwa pusat tata surya kita bukan Bumi tetapi Matahari.

Gereja menyatakan bahwa matahari sentries merupakan ajaran sesat. Karena itu, Galileo dilarang mengembangkan dan menyebarluaskan pendapatnya itu. Ia tiga kali pergi ke Roma untuk menghadiri persidangan tentang dirinya. Bulan Pebruari 1633 ia tiba di Roma yang ketiga kali. Tanggal 21 April 1633, sidang baginya dibuka. Ia diminta membeberkan pendapatnya di depan 10 orang Kardinal. Pada sidang yang kedua 30 April 1633, interrogator mengatakan bahwa ia telah melanggar ajaran gereja, dan tentunya berarti menentang Alkitab. Ia harus ihuku mati. Dalam hatinya ia berkata; “Ya, Allah, selamanya aku tidak pernah membangkang ajaran-Mu. Tapi mengapa saya yang sudah tua ini harus mengalami penderitaan semacam ini”. “Saya sudah tua, sebagai pesakitan, sisa hidup saya mungkin juga tidak banyak lagi. Tetapi kerja masih banyak yang harus diselesaiakan. Saya masih ingin menulis buku tentang gerak benda. Saya harus bagaimana?. Menyerah setelah bekerja bertahun-tahun?”

Ia dihadapkan pada pilihan yang sulit, mati mempertahankan pendapatnya, atau mengaku salah agar dapat meneruskan jelajah pencarian pengetahuannya. Setelah berpikir panjang, akhirnya ia mencabut pendapatnya. Tanggal 21 Juni 1633, 10 orang Kardinal berembua dan menjatuhkan hukuman kepada Galileo. Karena mengaku salah ia diputus dipenjara seumur hidup dan boleh melanjutkan penelitiannya.

Ia mempelajari gerak jatuh bebas, dan juga gerak parabola. Ia meletakkan dasar-dasar teori dinamika yang kelak kemudian hari disempurnakan oleh Newton dan oleh Einstein. Ia juga menemukan model mikroskop yang kita kenal saat ini. Galileo juga mengatakan bahwa ia menemukan ekuivalensi dari himpunan tak berhingga. Ia juga memberikan kontribusi pada pengembangan teori himpunan abad ke-17 (Teori Cantor yang kelak di kemudian hari sangat berguna dalam analisis).

Selama menjalani hukuman seumur hidup, ia menulis buku dan meletakkan dasar-dasar kerangka kerja jam bandul pada usia 74 tahun.Ia meninggal dunia tahun 1642 (6 Januari)  dalam usia 78 tahun setelah sepuluh tahun menjalani hukuman seumur hidup.

Pada jaman itu, gereja menjadi penguasa tertinggi tidak saja dalam keagamaan tetapi juga dalam hal ilmu pengetahuan. Gereja selalu khawatir dengan temuan-temuan ilmiah yang ‘mungkin’ akan mengganggu iman umat saat itu. Umat sangat patuh (baca: takut) terhadap ajaran gereja. Galileo membimbing orang-orang itu untuk memanfaatkan ‘waktu’ dan ‘perhitungan matematika’ untuk melakukan penelitian ilmiah. Ia berpendapat hanya dengan matematika, pengamatan, dan percobaan-lah pemahaman kita tentang alam semesta semakin baik. Matematika, percobaan dan pengamatan merupakan alat penyelidikan ilmiah yang masih dipergunakan hingga saat ini. Ia mendapat gelar ‘Bapak Ilmu Pengetahuan Masa Kini’. Walaupun temuan-temuan itu mendapat kecaman dari gereja. Baru pada tahun 1980, pengadilan Roma merefleksi hukuman yang tidak adil bagi Galileo.

Selain penjelajahannya yang ‘heroik’ itu, sesungguhnya ia juga memendam rasa kurang senang terhadap koleganya, Johann Kepler yang pada tahun 1619 menerbitkan tiga hukum tentang orbit para planet. Ketiga hukum itu tidak dilihat sama sekali olehnya. Bagaimana pun juga Galileo tetap manusia biasa, bukan?.Galileo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: